SENI DAN AGAMA
Seni
adalah keindahan. Ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung
dan mengungkapkan keindahan. Seni merupakan ciptaan dari segala hal karena keindahannya orang akan senang untuk melihat ataupun mendengarkannya. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh
kecenderungan seniman kepada yang indah, apa pun jenis keindahan itu. Juga dalam Ensiklopedi Indonesia kata Seni diartikan sebagai sebuah ciptaan atau hasil karya dari tangan seseorang yang memeiliki nilai keindahan sehingga akan menimbulkan perasaan emosional yang positif bagi para penikmatnya. Dorongan
tersebut merupakan naluri manusia, atau fitrah yang dianugerahkan Allah kepada
hamba-hamba-Nya.
Di sisi lain, Alqur’an
memperkenalkan agama yang lurus sebagai agama yang sesuai dengan fitrah
manusia.
Maka, tetapkanlah wajahmu dengan
lurus kepada agama (Allah); tetaplah (atas)
fitrah Alah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada
perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui. (QS Al-Rum [30]: 30)
Adalah
merupakan satu hal yang mustahil, bila Allah yang menganugerahkan manusia
potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan, kemudian Dia
melarangnya. Bukankah Islam adalah agama fitrah? Segala yang bertentangan
dengan fitrah ditolaknya, dan yang mendukung kesuciannya ditopangnya.
Kemampuan
berseni merupakan salah satu perbedaan manusia dengan makhluk lain. Kalaupun
Demikian. Islam Pasti mendukung kesenian selama penampilan lahirnya mendukung
fitrah manusia yang suci itu, dan karena itu pula Islam bertemu dengan seni
dalam jiwa manusia, sebagaimana seni ditemukan oleh jiwa manusia di dalam
Islam.
Islam
dapat menerima semua hasil karya manusia selama sejalan dengan pandangan Islam
menyangkut wujud alam raya ini. Namun demikian wajar dipertanyakan bagaimana
sikap satu masyarakat dengan kreasi seninya yang tidak sejalan dengsan budaya
masyarakatnya?
Dalam
konteks ini, perlu digarisbawahi bahwa Al-Quran memerintahkan kaum Muslim untuk
menegakkan kebajikan, memerintahkan perbuatan makruf dan mencegah perbuatan
munkar.
Makruf
merupakan budaya masyarakat sejalan dengan nilai-nilai agama, sedangkan munkar
adalah perbuatan yang tidak sejalan dengan budaya masyarakat.
Dari
sini, setiap Muslim hendaknya memelihara nilai-nilai budaya yang makruf dan
sejalan dengan ajaran agama, dan ini akan mengantarkan mereka untuk memelihara
hasil seni budaya setiap masyarakat. Seandainya pengaruh seni itu buruk, apalagi yang negatifdapat merusak adat-istiadat serta kreasi seni
dari satu masyarakat, maka kaum Muslim di daerah itu harus tampil
mempertahankan makruf yang diakui oleh masyarakatnya, serta membendung setiap
usaha dari mana pun datangnyayang dapat merongrong makruf tersebut. Bukankah Alqur’an
memerintahkan untuk menegakkan makruf.
Al-Quran
sangat menghargai segala kreasi manusia, termasuk kreasi manusia yang lahir
dari penghayatan rasa manusia terhadap seluruh wujud ini, selama kreasi
tersebut sejalan dengan fitrah kesucian jiwa manusia.(Quraish Shihab, Wawasan
Alqur’an). Interpretasi seni budaya ketika direfleksikan
dalam karya masyarakat pada gilirannya akan menjadi bagian dari adat istiadat
dan agama. Karena itu, penggalian nilai-nilai seni budaya dapat mengungkap
berbagai segi kearifan lokal.
Seni dalam ritual Agama yang selama ini
berlangsung di Indonesia, tentu mempunyai keragaman
atau variasi yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Selain itu,
seni tersebut juga ada yang bertahan sebagai suatu yang makruf dan karena itu
pantas untuk dipertahankan, dan mungkin juga ada di antara seni yang berkembang
di masyarakat itu terketegori munkar yang perlu dikririsi dan diperbaiki.
Kata budaya diambil
dari bahasa Sansekerta yaitu “Buddayah”, yang kemudian dalam bentuk
jamaknya adalah budi dan daya. Kata budi diartikan sebagai akal, pikiran,
nalar sedangkan daya berarti usaha, upaya, Ikhtiar. Adapunseni asal
mulanya merupakan proses yang dilakukan manusia dan oleh karena itu menjadi
sinonim dari ilmu dan melalui perkembangannya, seni bisa dilihat dalam intisari
ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni tidak bisa diukur dengan parameter
apapun, hal tersebut hanya bisa dijelaskan pada setiap individu dengan
parameter masing-masing.
Berikut ini beberapa pengertian seni dan budaya menurut pada ahli dibidangnya. Menurut :
Berikut ini beberapa pengertian seni dan budaya menurut pada ahli dibidangnya. Menurut :
M.
Thoyobi mengemukakan “Seni budaya merupakan penjelmaan rasa seni yang sudah
membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh
orang banyak dalam rentang perjalanan sejarah peradaban manusia.”
Sedangkan Sartono Kartodirdjo berpendapat “Seni
budaya merupakan sistem yang koheren karena seni budaya dapat menjalankan
komunikasi efektif, antara lain dengan melalui satu bagian saja dapat
menunjukkan keseluruhannya.”
Berbeda dengan pendapat Harry Sulastianto,
“Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan pemikiran
estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan akan benda,
suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah sehingga menciptakan
peradaban yang lebih maju.”
Lalu terakhir menurut, Ida Bagus Putu Perwita
“Seni budaya merupakan penunjang sarana upacara adat.”
Secara umum seni dibedakan menurut indra
penserapannya yaitu seni audio, seni visual, dan seni audio-visual.
Seni audio adalah seni yang diserap melalui
indra pendengaran. Misalnya: seni musik atau suara, drama radio, puisi di radio
dan lain-lain.
Seni visual adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Umumnya dikenal dengan sebutan seni rupa.
Seni audio-visual adalah seni yang sekaligus
diserap oleh indra pendengaran dengan indra penglihatan. Misalnya : seni tari,
drama/theater, film dan lain-lain.
Disamping itu ada lagi seni lain yang tidak
ditekankan pada jenis indra penserapannya yaitu seni sastra. Yang termasuk
dalam seni sastra adalah seni yang berbentuk prosa seperti roman, novel,
cerpen, dan lain-lain. Dan seni yang berbentuk puisi seperti syair, pantun,
gurindam, dan puisi-puisi dalam bentuk bebas lainnya. Ciri umum dari prosa
adalah deskripsi keadaan atau imajinasi secara mendetail. Sedangkan ciri umum
dari puisi adalah ungkapan inti atau hakiki dari suatu pengalaman maupun
imajinasi estetis.
Untuk lebih mengenal perihal tentang
batasan-batasan dari masing-masing seni ini, dapat dikemukakan beberapa
pengenalan umum tentang aneka seni yang dimaksud diantaranya sebagai berikut :
1. Seni
Rupa
Seni
rupa adalah suatu wujud karya manusia yang mengandung unsur keindahan.
Keindahannya diserap dengan indra penglihatan seperti : seni lukis, seni pahat,
seni patung, seni grafis, seni lingkungan (environmental art), seni instalasi,
seni pertunjukkan (performing art), seni peristiwa (happening art) dan
sebagainya. Rasa senang ditimbulkan karena adanya keterpaduan dari unsur-unsur
bentuk dari karya tersebut seperti aneka warnanya, selang-seling garis, aneka
bentuk bidang-bidangnya, kemiripan bentuk objek yang dilukiskannya dengan
lukisannya, aspek tematik yang diungkapkannya, keunikannya, teksturnya, dan
lain-lain. Sedangkan keindahan dalam pengertian sederhananya adalah sesuatu
yang memberikan rasa senang tanpa pamrih pada orang yang melihatnya. Kesenangan
yang ditimbulkannya muncul serta merta karena keindahan karya itu sendiri,
bukan karena ada kepentingan lain yang membuatnya merasa senang.
2. Seni
Musik
Seni
musik atau seni suara adalah seni yang diserap melalui indra pendengaran.
Rangkaian bunyi yang didengar dapat memberikan rasa senang dan rasa puas bagi
yang mendengarnya karena adanya keserasian susunan dari rangkaian tangga nada
bunyi-bunyi tersebut.Secara garis besar ada dua jenis musik yaitu musik vokal
dan musik instrumental. Musik vokal adalah musik yang hanya mengandalkan suara
manusia saja, sedangkan musik instrumental adalah musik yang diperoleh dari
memainkan alat-alat musik.
3. Seni
Tari
Seni
tari adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Tetapi kekhususannya
adalah keindahan yang dinikmati pada gerakan-gerakan tubuh, terutama gerakan
kaki dan tangan, dengan ritme-ritme teratur, biasanya mengikuti irama musik.
Seni tari juga tidak terlepas dari seni rupa karena gerak-gerak yang
diperlihatkan diserap dengan indra penglihatan.
4. Seni
Drama/Theater
Seni
drama/theater adalah seni peran atau lakon yang umumnya dimainkan di atas
panggung. Seni ini dinikmati sekaligus dengan indra penglihatan dan indra
pendengaran. Dalam ungkapan lain seni drama disebut juga dengan seni theater
(panggung). Secara umum merupakan gambaran sebuah peristiwa duniawi atau
imajinasi yang dihadirkan kembali diatas panggung. Keindahan seni drama
terletak pada ketepatan alur cerita yang diperankan oleh para pemain diatas
panggung.
Saini KM dalam bukunya peristiwa theater (1996), menuliskan seni theater adalah seni dunia ambang, yaitu ambang untuk menoleh kepada yang indrawi dari pengalaman sehari-hari dan menoleh juga kepada dunia nilai.
Saini KM dalam bukunya peristiwa theater (1996), menuliskan seni theater adalah seni dunia ambang, yaitu ambang untuk menoleh kepada yang indrawi dari pengalaman sehari-hari dan menoleh juga kepada dunia nilai.
5. Seni
Sastra
Seni
sastra adalah seni yang dikemukakan melalui susunan rangkaian bahasa baik lisan
maupun tulisan yang dapat menimbulkan rasa senang tanpa pamrih bagi orang yang
membacanya. Secara garis besar seni sastra dapat dikelompokkan kedalam dua
kategori besar yaitu prosa dan puisi. Prosa adalah seni sastra yang berusaha
mendeskripsikan keadaan, keinginan, atau imajinasi secara mendetail. Sedangkan
puisi adalah seni yang cenderung menyederhanakan deskripsi dengan menangkap
inti permasalahan yang ingin diungkapkan.
Mengutip
pendapat Alexander Smith (1835 : 366), Sutrisno (1999 : 132) dalam bukunya
Kisi-Kisi Estetika menulis : beda pokok antara prosa dan puisi. Prosa adalah
bahasa akal budi si seniman, sedangkan puisi adalah bahasa dari perasaan. Dalam
prosa seniman mengkomunikasikan pengertian akan hal-hal indrawi atau pikiran,
sedangkan dalam puisi seniman mengungkapkan bagaimana hal-hal itu menerpa,
menyentuh perasaan kita. Termasuk kedalam kategori prosa adalah karya sastra
yang berbentuk novel, cerita bersambung, cerita pendek, esai-esai yang
mengemukakan kritik dan pemikiran-pemikiran budaya. Sedangkan yang termasuk
dalam kategori puisi adalah pantun, syair, dan puisi-puisi lain dalam berbagai
bentuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar