SINRILI
Sinrili adalah suatu bentuk
kesenian tutur yang sangat populer di kalangan orang Makassar, yang di maksud
disini adalah suatu cerita yang tersusun rapi, dengan bahasa yang berirama,
tersusun secara puitis biasanya dilakukan oleh ahlinya, yakni seorang pasinrili
dan diiringi dengan sebuah instrumen gesek yang disebut kesok-kesok atau
kerek-kerek gallang (rebab) lantunan irama lagu membawakan rangkaian ceritera
yang tersusun baik, seorang pasinrili mampu membawakan sebuah cerita sepanjang
malam dengan penuh imaginer, membuat orang terpukau karena tingkah pasinrili.
Kemampuan dan keberhasilan
seorang pelakon atau pasinrili, didukung oleh unsur cerita menarik, dalang itu
sendiri serta alat yang digunakan pemain musik mampu menghanyutkan dan membuat suasana
terhadap pendengarnya.
Unsur Cerita
Sinrili adalah suatu bentuk seni
sastra yang sangat diminati dan digemari oaleh masyarakatnya sangatlah jelas,
oleh karena penampilan dan penyajian lagu, susunan kata dalam kalimat yang
berirama untuk mendapat simpati dan perhatian. Lagu yang puitis dan mengalun serta
menghanyutkan para pendengarnya, mengandung usaha penyajian suatu infromasi
lewat suatu bentuk ceritera dan peristiwa.
Sebagai suatu ungkapan seni yang
dinikmati dalam penyajiannya. Yaitu suatu sumber nilai budaya, kalau dapat
dikatakan sebagai suatu konsep, sumber perlambang suatu kehidupan.
Sinrili dapat dianggap sebagai
suatu manifestasi berfikir bagi orang Makassar Khususnya Gowa. Sebagai suatu
etnis yang pada masa lampau pernah mempunyai masa kejayaan yang memuncak,
sehingga mampu menghidupkan nilai-nilai budayayang tinggi, etika yang kuat
hingga saat ini, norma- norma itu masih melekat dalam alur cerita Sinrili,
mampu merespon bagi siapa saja yang mendengar, apa yang dikatakan dan dibawakan
oleh sang penutur pasinrili.
Unsur
Penutur (Pasinrili)
Sinrili merupakan sumber nilai
bagi orang makassar, dan nampak jelas dalam fungsinya sebagai sumber informasi
yang baik, dan dapan mempengaruhi masyarakatnya. Akan tetapi sebagai bentuk
hiburan, sekaligus sebagai sumber informasi, akan mendapat tantangan dimasa
mendatang. Seorang penutur (Pasinrili) kalau tidak pintar menata kembali
materi-materi yang dibawakan, baik penampilan isi maupun penampilan secara
jasmani, maka akan tersisihkan dari masyarakatnya, yakni dengan masuknya
hibura-hiburan yang datang dari luar. Dalam hal ini penutur (Pasinrili), harus
mampu menata kembali, kalau perlu tidak hanya mempergunakan pembawa ceritera, tidak
hanya pasinrili merangkap pemusik namun harus membuat suatu orkestrai dan
komposisi vocal akurat, namun juga tidak meninggalkan akarnya.
Penutur
Merangkap Pemusik
Unsur lain yang sangat mendukung
penampilan seorang pasinrili adalah unsur musik (Kobbi). Penuturan yang baik,
lagu yang menarik, serta mimic yang dibawakan oleh sang penutur (Pasinrili)
akan lebih menarik lagi jika musik atau gesekan keso’-keso’ yang dimainkan oleh
sang pasinrili, mengalun dalam irama yang menghanyutkan seirama cerita dan lagu
(kelong) yang dimainkan.
Penyajian seorang pasinrili, di
tuntun kemampuan yang baik menggunakan bahasa sastera makassar, irama lagu
(kelong makassar), pribahasa (paruntu’ kana), dongeng (Rupama), pesan
petuah-petuah (Pasang), harus dikuasai agar mampu membawa para penonton kearah
alam cerita yang disinrilikkan.
Jenis-jenis
Sinrili
Perkkembangan dan perjalanan
Sinrili memang banyak yang menceritakan tentang hubuangan manusia dengan Tuhan,
hubungan manusia dengan manusia, dan merupakan media penyampaian berita pada
masyarakat dan pada pemerintah. Dengan sinrili yang dibumbuhi dengan cerita
yang menarik, masyarakat pendengar akan tertarik menyimak isi dan kandungan
serta maksud dari sinrili ini.
Sinrili
terbagi atas ;
1. Tentang cinta misalnya sinrili Ibaso
Imalarangang bergelar Datu Museng.
2.
Tentang
cinta Ijamila Daeng Makanang dengan Ibaso Anakkodaya.
3.
Tentang
perjuangan misalnya Kappala’ Tallung Batua.
4.
Tentang
perjuangan sinrili Perang Makassar
5. Tentang Agama misalnya sinrili Syekh Yusuf
Al- Mahasin Hidayatullah Al-Taj Al-Khalwati Al-Makassary Tuanta Salamaka.