Minggu, 04 Maret 2018


Macam - Macam Atau jenis Badik




1. Badik Raja



Badik yang asalnya dari daerah kajuara kabupaten bone , dalam pembuatan badik ini,, orang2 disekitar kajuara sana masih percaya jika badik raja dibuat oleh makhluk halus, ketika malam, terdengar suara palu bertalu-talu dalam lanraseng gaib sampai paginya masyarakat disana menemukan sebuah Badik Raja yang sudah jadi, Badik ini bilahnya agak – agak besar ukurannya 20-25 cm, menurut Rusli atau lebih akrab disapa Dg. Culli, ciri-ciri badik raja hampir mirip dengan badik lampobattang, bentuk bilahnya agak membungkuk, dari hulu agak kecil kemudian melebar kemudian meruncing. Pada umumnya mempunyai pamor timpalaja atau mallasoancale di dekat hulunya. Bahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol dipermukaan, kalau kecil disebut uleng-puleng kalau besar disebut batu-lappa dan kalau menyebar di seluruh permukaan seperti pasir disebut bunga pejje atau busa-uwae. Badik raja di masa lalu hanya digunakan oleh arung atau dikalangan bangsawan-bangsawan dikerajaan Bone.





2. Badik Gecong

Badik lagecong, kenapa disebut Lagecong...????

Ada yang mengatakan karena si penempa atau panre besi (empu) yang pertama membuat badik model atau lacak tersebut ialah La Gecong itu sendiri (namanya), yang kedua diambil dari bahasa Bugis Gecong atau Geco’, yang bisa diartikan sekali Geco’ (Sentuh) bisa langsung mati. Badik bugis satu ini dikenal sebagai badik perang, banyak orang mencarinya karna sangat begitu terkenal dengan mosonya (racunnya) dan ada juga sebagian dari orang yang percaya bahwa kegiatan dalam suatu Duet ketika kita memegang atau memakai badik Gecong walau kita sudah berdarah kita masih melakukan perlawanan dalam bahasa Makassar di katakan “Puli”, banyak orang percaya bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik gecong tersebut.
Sampai saat ini banyak yang percaya kalau gecong yang asli adalah gecong yang terbuat dari daun nipah serta terapung di air dan melawan arus ”wallahu alam” panjang gecong biasanya sejengkalan orang dewasa, bentuknya lebih pipih, tipis tapi kuat.







3. Badik Luwu


Badik luwu,, badik luwu yang berasal dari kabupaten luwu, bentuknya agak sedikit membungkuk, mabbukku tedong (bungkuk kerbau), bilahnya lurus dan meruncing kedepan,, badik ini senantiasa diberikan pamor yang sangat indah, hingga kadang menjadi buruan para kolektor ..di bajanya terdapat rakkapeng atau sepuhan pada baja yang konon disepuh dengan bibir dan “maaf” alat kelamin gadis perawan sehingga konon tidak ada orang yang kebal dengan badik luwu ini. Dan badik dengan jenis ini mungkin lebih digemari atau di cari – cari oleh para kolektir juga pencinta Pusaka, sebagian besar berdalih karena bahan yang di gunakan Badik jenis ini memiliki bahan yang berkualitas serta bahan meteorid yang banyak digunakannya. Juga sebagian berdalih karena nilai jualnya juga lebih lumayan dibanding Badik jenis lain.



4. Badik Lompo Battang

Badik lompo Battang, badik ini berasal dari Makassar, bentuknya seperti jantung pisang, ada jg yang bilang seperti orang hamil, makanya orang menyebutnya lompo battang (perut besar). badik jenis ini adalah badik yang memiliki bentuk yang berbeda dengan model badik yang lain. Dalam kategori Badik Makassar ada beberapa jenis model atau Laca'. Ada Laca' Taeng, Panjarungang, Campaga, De'de' batu dll. Dari penamaan Laca' biasanya diambil dari nama kampung masing. konon katanya jika ada orang terkena badik ini, maka dia tidak akan bertahan dalam waktu 24 jam











5. Jambia


Badik jenis ini adalah jenis Badik yang berasal dari Sulawesi Barat yang menjadi sala satu senjata khas masyarakat Mandar atau salah satu Suku besar dari dari 4 Suku di Sulawesi Selatan sebelum memisahkan diri dan menjadi provinsi Sendiri yaitu Sulawesi Barat. Bentuk atau laca' badik jenis ini tak jauh beda dengan model badik luwu, bentuknya agak sedikit membungkuk, mabukku tedong (tunduk kerbau) bilahnya lurus dan membungkuk ke depan. Model badik ini juga sangat mirip dengan badik Toasi dan hampir tak ada perbedaan nya jika di simak sekilas. Dalam masyarakat Mandar, sebagian orang memiliki atau memakai Badik itu sesuai dengan kegunaannya atau sebagaimana fungsinya.


Senjata tradisional Bugis selain Kawali, ada yang disebut Bangkung, Gajang, dan Tappi, khususnya oleh orang-orang Bugis di Kabupaten Soppeng. Bangkung, bentuknya agak besar seperti parang atau kelewang (alameng) sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk menebas. Sedangkan Gajang karena bentuknya lebih kecil dari Bangkung, pemanfaatannya dengan cara menusuk atau menikam. Gajang kebanyakan digunakan sebagai senjata perang tempo dulu, beracun dan dapat mematikan seketika bagi yang terkena sejata ini sekalipun hanya tergores. Sedangkan Kawali yang juga berukuran seperti Gajang atau Tappi, tapi penggunaannya semata sebagai perisai diri. Sekalipun juga dapat digunakan sebagai senjata tajam, tapi pembuatan Kawali umumnya dengan maksud sebagai azimat yang diyakini sebagai penangkal segala marabahaya bagi pemiliknya. Tappi sejenis keris yang lebih banyak digunakan untuk keperluan asesori dalam upacara-upacara adat, atau pertanda status dan kedudukan bagi pemiliknya dalam kehidupan kemasyarakatan dan pemerintahan.
‘’Bangkung, Gajang, Kawali dan Tappi orang Bugis dahulu rata-rata terbuat dari batu meteor sehingga tak akan terdeteksi oleh alat sensor atau detektor logam masa kini. Buatan senjata tradisional Bugis sekarang umumnya menggunakan bahan baku besi asli,’’ jelas Putra ketika ditemui Minggu kemarin di Kota Makassar.

1 komentar:

Sinrili

SINRILI                 Sinrili adalah suatu bentuk kesenian tutur yang sangat populer di kalangan orang Makassar, yang di maksud disin...